Selasa, 04 September 2012
Menggunakan Compiz Sebagai Window Manager Mandiri
Sebagai pengguna linux pasti anda sudah mengenal yang namanya compiz. Biasanya digunakan untuk mempercantik tampilan dan juga membantu aktivitas kita ber-linux ria dengan efek-efek desktopnya.
Tapi tahukah anda ternyata compiz bisa kita jadikan window manager yang mandiri layaknya openbox, fluxbox, dsb.
Jadi apapun DE (Desktop Environment) yang kita pakai nantinya menjadi "tidak terpakai" ketika kita mengaktifkan WM (Window Manager) compiz ini.
Pada dasarnya semua distro bisa menggunakan cara ini, namun kali ini saya mencobanya di Linux Mint 13 desktop MATE dan cara ini berlaku juga untuk Ubuntu.
Langkah 1 :
Pastikan compiz, fusion-icon, emerald dan CCSM sudah terinstall dan bisa berfungsi dengan baik. Jika belum maka install dulu
sudo apt-get install compiz fusion-icon emerald compizconfig-settings-manager
Langkah 2 :
buat file ini berikut :
sudo gedit /usr/share/xsessions/fusion.desktop
setelah terbuka copy file ini :
[Desktop Entry]
Encoding=UTF-8
Name=Compiz
Comment=Compiz-Fusion standalone
Exec=/usr/local/bin/start-fusion.sh
Type=Application
save lalu tutup jendela gedit.
ini contoh di Linux Mint saya
Langkah 3 :
sudo gedit /usr/local/bin/start-fusion.sh
copy file ini :
#!/bin/bash
compiz ccp &
emerald &
fusion-icon &
mate-panel
save dan tutup jendela gedit
*keterangan :
- itu adalah komponen-komponen yang akan berjalan sebagai WM compiz
- alasan memakai emerald agar tampilan aplikasi ada window/bordernya
- untuk bagian paling akhir itu (mate-panel) silahkan diganti terserah anda mau pakai panel atau dock apapun yang anda sukai, kebetulan saya memilih mate-panel karena saya pikir itu paling cocok di desktop saya
- jika ingin ringan bisa memakai lxpanel
- gnome-panel tidak dianjurkan karena tampilan kurang baik
- unity bukanlah panel ataupun dock, jadi jangan coba-coba digunakan
ini contoh file saya
Langkah 4 :
pastikan file di atas bisa dieksekusi
sudo chmod +x /usr/local/bin/start-fusion.sh
Langkah 5 :
silahkan logout kemudian di login screen anda cari Compiz dan klik, lalu login
Langkah 6 :
bila ternyata wallpaper tidak muncul alias layar gelap dan hanya ada panel/dock, maka atur saja dari CCSM (CompizConfig Settings Manager) di bagian Utility > Wallpaper > Add
Demikian saja topik untuk hari ini, selamat menikmati WM Compiz yang lumayan ringan jika dibandingkan dengan memakai DE Gnome, KDE, MATE, Cinnamon, dsb.
Tuh lihat tidak ada kan DE-nya . .
Sumber : http://crunchbanglinux.org/forums/topic/2827/howto-run-compiz-as-a-standalone-window-manager/
Tapi tahukah anda ternyata compiz bisa kita jadikan window manager yang mandiri layaknya openbox, fluxbox, dsb.
Jadi apapun DE (Desktop Environment) yang kita pakai nantinya menjadi "tidak terpakai" ketika kita mengaktifkan WM (Window Manager) compiz ini.
Pada dasarnya semua distro bisa menggunakan cara ini, namun kali ini saya mencobanya di Linux Mint 13 desktop MATE dan cara ini berlaku juga untuk Ubuntu.
Langkah 1 :
Pastikan compiz, fusion-icon, emerald dan CCSM sudah terinstall dan bisa berfungsi dengan baik. Jika belum maka install dulu
sudo apt-get install compiz fusion-icon emerald compizconfig-settings-manager
Langkah 2 :
buat file ini berikut :
sudo gedit /usr/share/xsessions/fusion.desktop
setelah terbuka copy file ini :
[Desktop Entry]
Encoding=UTF-8
Name=Compiz
Comment=Compiz-Fusion standalone
Exec=/usr/local/bin/start-fusion.sh
Type=Application
save lalu tutup jendela gedit.
ini contoh di Linux Mint saya
Langkah 3 :
sudo gedit /usr/local/bin/start-fusion.sh
copy file ini :
#!/bin/bash
compiz ccp &
emerald &
fusion-icon &
mate-panel
save dan tutup jendela gedit
*keterangan :
- itu adalah komponen-komponen yang akan berjalan sebagai WM compiz
- alasan memakai emerald agar tampilan aplikasi ada window/bordernya
- untuk bagian paling akhir itu (mate-panel) silahkan diganti terserah anda mau pakai panel atau dock apapun yang anda sukai, kebetulan saya memilih mate-panel karena saya pikir itu paling cocok di desktop saya
- jika ingin ringan bisa memakai lxpanel
- gnome-panel tidak dianjurkan karena tampilan kurang baik
- unity bukanlah panel ataupun dock, jadi jangan coba-coba digunakan
ini contoh file saya
Langkah 4 :
pastikan file di atas bisa dieksekusi
sudo chmod +x /usr/local/bin/start-fusion.sh
Langkah 5 :
silahkan logout kemudian di login screen anda cari Compiz dan klik, lalu login
Langkah 6 :
bila ternyata wallpaper tidak muncul alias layar gelap dan hanya ada panel/dock, maka atur saja dari CCSM (CompizConfig Settings Manager) di bagian Utility > Wallpaper > Add
Demikian saja topik untuk hari ini, selamat menikmati WM Compiz yang lumayan ringan jika dibandingkan dengan memakai DE Gnome, KDE, MATE, Cinnamon, dsb.
Tuh lihat tidak ada kan DE-nya . .
Sumber : http://crunchbanglinux.org/forums/topic/2827/howto-run-compiz-as-a-standalone-window-manager/
Rabu, 16 Mei 2012
Membuat Live USB Beberapa Distro dalam 1 Flashdisk
Pengguna Linux pasti tahu apa yang dimaksud dengan live USB. Dengan live USB
memudahkan kita untuk menginstall atau hanya mencoba sebuah distro di komputer atau laptop.
Untuk penggemar macam-macam distro Linux tentunya ingin mencoba banyak distro yang kalau diinstall semua pasti repot dan membuat hard disk penuh. Lalu apa mesti menyediakan banyak flashdisk untuk membuat live USB distro-distro itu ?
Tidak perlu. Kita bisa membuat sebuah live USB yang berisi beberapa distro cukup di dalam satu flashdisk. Misalnya dengan flashdisk 4 GB atau lebih besar akan lebih banyak menampung distro.
Yang pertama kita siapkan yaitu sebuah flashdisk, saya gunakan ukuran 8 GB.
Kedua install dulu multisystem di Ubuntu (distro lain mungkin sama, saya belum coba), caranya ada disini
Lalu siapkan iso yang ingin dijadikan live USB.
1. Baiklah langsung saja. Buka multisystem yang sudah terinstall
Lalu siapkan iso yang ingin dijadikan live USB.
1. Baiklah langsung saja. Buka multisystem yang sudah terinstall
2. Pilih flashdisk yang akan digunakan (disini sdc1, karena di PC saya ada 2 HDD)
Disini terlihat ada peringatan bahwa akan diinstall grub2 di MBR flashdisk kita, tidak apa-apa klik saja tombol Confirm di bagian bawah.
Pertanyaan yang ini juga diklik OK saja
Demikian juga yang ini langsung klik Yes
Setelah itu akan muncul jendela loading, tunggu saja sampai selesai
3. Langkah selanjutnya memilih iso yang diinginkan
klik saja ikon hijau yang ada di bagian bawah kanan.
Akan muncul jendela ini :
pilih isonya lalu dobel klik dan pastikan folder isonya muncul di kolom sebelah kiri seperti yang terlihat di gambar.
kemudian klik tombol Create di kanan bawah
Kalau ditanya password isi saja dengan password yang biasa dipakai untuk login Ubuntu
setelah itu proses pembuatan live USB berjalan, tunggu sampai selesai
Kemudian multisystem akan melakukan update-grub (ini yang ada di flashdisk, bukan grub Ubuntu yang sedang kita pakai)
Nah sudah jadi dan hasilnya akan begini :
ini baru 1 iso, selanjutnya untuk menambah iso lainnya bisa diulang langkahnya mulai point 3 (gambar 5)
Di bawah ini hasilnya setelah ditambah 2 iso lagi
Coba perhatikan di sebelah kiri kolom iso, ada 2 ikon berwarna hijau dan biru. Itu adalah opsi untuk mencoba live USB yang sudah jadi dalam Qemu atau Virtualbox
Saya pilih untuk mencobanya di Qemu
Grub tampil seperti biasanya. Tapi tiba-tiba listrik mati jadi saya belum selesai mencoba di Qemu. Setelah listrik menyala saya langsung booting saja dari BIOS dan berfungsi dengan baik.
Sekian dulu dari saya, selamat mencoba. . .
Sabtu, 29 Oktober 2011
Firefox Tidak Bisa Diminimize di Ubuntu 11.10
Theme adwaita di ubuntu 11.10 cukup bagus untuk dipakai sebagai tampilan
jendela apilkasi. Tapi saya ada masalah ketika saya memakai theme ini di desktop unity, yaitu firefox tidak bisa diminimize. Di sudut atas jendela aplikasi biasanya ada 3 tombol, yaitu close, maximize, minimize.
Nah di firefox justru seperti ini :
Ketika saya klik bagian yang gelap di sudut kiri atas ternyata malah menutup firefox, sedang online jadi harus mengulang lagi deh. Tampaknya disitu cuma ada tombol close.
Saya cari-cari di google kebanyakan menganjurkan untuk ketik :
metacity --replace
saya rasa itu berlaku untuk ubuntu di bawah 11.04
Akhirnya saya akali dengan menekan tombol F11 dan jadi muncul begini :
Ya betul sekali saya ubah jadi "fullscreen view" dan tombol minimize, maximize, close muncul di sudut kanan atas. Jadi firefox bisa diminimize walaupun sedikit repot memencet tombol F11.
Maaf saya kurang teliti, ternyata semua jendela yang menempel ke panel atas mengalami hal yang sama ketika memakai theme adwaita. Jadi kalau masih ingin memakai theme ini silahkan, atau mau memakai theme lain.
Saya menemukan 1 cara lagi yaitu menginstall gnome shell extension lagi :
sudo apt-get install gnome-shell-extensions-native-window-placement
dan ini hasilnya :
terlihat window yang tadinya menyatu dengan panel sekarang jadi terpisah dan semua tombol muncul di sudut kanan atas.
jendela apilkasi. Tapi saya ada masalah ketika saya memakai theme ini di desktop unity, yaitu firefox tidak bisa diminimize. Di sudut atas jendela aplikasi biasanya ada 3 tombol, yaitu close, maximize, minimize.
Nah di firefox justru seperti ini :
Ketika saya klik bagian yang gelap di sudut kiri atas ternyata malah menutup firefox, sedang online jadi harus mengulang lagi deh. Tampaknya disitu cuma ada tombol close.
Saya cari-cari di google kebanyakan menganjurkan untuk ketik :
metacity --replace
saya rasa itu berlaku untuk ubuntu di bawah 11.04
Akhirnya saya akali dengan menekan tombol F11 dan jadi muncul begini :
Maaf saya kurang teliti, ternyata semua jendela yang menempel ke panel atas mengalami hal yang sama ketika memakai theme adwaita. Jadi kalau masih ingin memakai theme ini silahkan, atau mau memakai theme lain.
Saya menemukan 1 cara lagi yaitu menginstall gnome shell extension lagi :
sudo apt-get install gnome-shell-extensions-native-window-placement
dan ini hasilnya :
terlihat window yang tadinya menyatu dengan panel sekarang jadi terpisah dan semua tombol muncul di sudut kanan atas.
Jumat, 28 Oktober 2011
Menginstall Guake Terminal di Ubuntu
Pengguna
linux termasuk ubuntu tentunya sering dan mau tidak mau harus bekerja
dengan terminal. Di ubuntu ada yang disebut dengan Guake Terminal
(kalau di kubuntu disebut yakuake). Fungsi dari terminal ini
sebenarnya sama saja dengan terminal biasa, yang membedakan adalah
kemudahan penggunaan dan tampilannya yang cukup membantu kecepatan
bekerja di terminal ini. Di ubuntu mana saja bisa tapi saya baru sempat
mencoba di ubuntu 10.10.
Oke
langsung aja diinstall dengan mengetik perintah :
sudo
apt-get update
sudo
apt-get install guake
kalau mau
offline silahkan cari di :
tentunya
disesuaikan dengan ubuntu yang anda gunakan.
Setelah
diinstall buat agar guake terminal otomatis aktif pada saat start up
/ login ubuntu anda, ini hukumnya wajib karena percuma dong
menginstall guake ini tapi masih klik ini-itu.
Masuk ke
System > Preferences > Startup Aplications
cari guake
terminal seperti di gambar ini :
Lalu centang
box kecil di sebelah kiri dan tutup (close). Setelah itu logout dan
login lagi ke desktop ubuntu tercinta dan Guake telah
aktif, tandanya ada icon hijau di panel sebelah kanan atas seperti
ditunjukkan tanda panah ini :
hehe. . ini
theme yang saya pasang kebetulan jelek, mungkin punya kamu lebih
bagus tapi nggak peduli yang penting ada icon hijau itu. Coba kamu
pencet tombol F12 di keyboard dan seharusnya akan muncul begini :
Tuh lihat,
bagus kan ? Hehehe. .
Pasti kamu
bingung : “koq punya saya beda ?”
Tenang saja.
Di latar belakang itu adalah /home folder saya dan terminal saya
bikin jadi transparan. Jadi kalau kamu mau nyontek command (perintah)
dari ebook atau internet kan enak (jangan copas ah, kebiasaan yang
kurang baik untuk “commander” a.k.a "terminator").
Untuk
mensetting Guake Terminal
cukup klik kanan di icon hijau yang di atas dan pilih Preferences :
Silahkan
diutak-atik sesuka kamu ukuran, transparansi, warna, dan sebagainya.
Catatan
:
- Untuk membuka, minimize dan menutup cukup tekan F12
- Membuka terminal baru cukup tekan CTRL+SHIFT+T (lihat gambar 3, disitu 2 terminal sedang aktif). Untuk menutup salah satu terminal cukup klik kanan di tulisan terminal di bawah (di gambar 3 adalah yang berwarna biru)
- Tampilan sesuai dengan theme yang kamu gunakan, kebetulan yang saya pakai theme mac4lin. Di desktop saya compiz juga diaktifkan, jadi jika compiz tidak aktif kemungkinan tampilannya akan beda
Langganan:
Postingan (Atom)























